Rencana ke Dieng? Kamu Wajib Tahu 4 Tips Ini Sebelum Pergi Liburan

Rencana ke Dieng? Kamu Wajib Tahu 4 Tips Ini Sebelum Pergi Liburan

Bicara soal traveling, Milenial dan Gen-Z disebut-sebut sebagai generasi yang paling sering melaksanakan kegiatan ini terkecuali dibanding generasi lainnya. Tak heran, gara-gara dua generasi ini memang lebih bahagia memperkaya dirinya bersama dengan experience gara-gara mereka percaya bahwa pengalaman adalah hal yang paling mahal, lebih-lebih pengalaman yang didapat dari traveling.

Berkunjung ke daerah yang baru, merasakan makanan lokal dan berinteraksi bersama dengan warga setempat adalah lebih dari satu alasan generasi ini gandrung sekali melaksanakan traveling. Ada yang berlibur untuk sebatas menyingkirkan capek dari kegiatan sehari-hari hingga berlibur justru untuk bekerja sebagai content creator. Tentunya bukan hal yang baru bagi generasi ini untuk berprofesi sebagai Blogger, Vlogger, Fotografer yang fokus sebabkan konten seputar tema traveling dan experience.

Di antara banyak pilihan destinasi wisata, Gen-Z cenderung lebih menentukan destinasi alam, seperti pantai dan gunung. Salah satu yang jadi primadonanya adalah wisata dataran tinggi Dieng. Bukan cuma gara-gara alasan keindahan alamnya yang masih asri dan lestari, dataran tinggi Dieng juga menaruh banyak situs histori ditengarai bersama dengan terdapatnya peninggalan artefak dan candi-candi Hindu paket wisata dieng .

Dataran Tinggi Dieng miliki nama sebutan lain yaitu Dieng Plateau. Menjadi tidak benar satu destinasi favorit kala para pelancong menginjakkan kaki di Jawa Tengah. Menurut catatan sejarah, pada abad 19 dataran tinggi Dieng jadi daerah yang paling sering dikunjungi oleh kompeni dan noni-noni Belanda. Ada banyak alasan kenapa mereka sangat menyukai destinasi wisata yang satu ini. Setidaknya kamu pun sebagai milenial atau Gen-Z pernah berkunjung ke Dieng sekali didalam seumur hidupmu.

Spot Melihat Sunrise Terbaik

Tahu kah kamu terkecuali pemandangan terbaik untuk lihat Golden Sunrise Asia adalah di Indonesia. Tepatnya lewat Puncak Sikunir. Anak gunung tentu sadar banget fakta ini. Bagi kamu penikmat sunrise bisa singgah langsung ke spot Puncak Sikunir. Dijamin pemandangannya bakal memuaskan banget. Walaupun trek yang ada lumayan sulit. Minimalnya kamu nggak perlu naik ke gunung yang tinggi banget.

Baca juga:

Wisata Jatim Park 3 Batu Malang: Daftar Wahana dan Harga Tiket Masuk
JungleLand, Aneka Wahana yang Bikin Liburan Kamu Makin Berkesan!
Pemandangan Tiga Gunung

Selain bisa lihat indahnya Golden Sunrise Asia, dari Puncak Sikunir kamu juga bisa lihat langsung bersama dengan sadar penampakan tiga gunung, atau yang biasa disebut gunung triplet (Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau). Pemandangan gunung triplet ini bakal dikelilingi oleh awan-awan yang berkumpul menyerupai pulau-pulau. Tak heran terkecuali dataran tinggi Dieng disebut sebagai Negeri di Atas Awan.

Telaga Warna dan Telaga Pengilon

Spot selanjutnya adalah Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Telaga Warna adalah yang berwarna tosca, sedangkan Telaga Pengilon yang miliki warna kecoklatan. Setelah bahagia lihat indahnya matahari terbit, kamu bisa langsung menuju kedua telaga ini. Seketika kamu bakal dibikin mempesona bersama dengan keindahannya. Warna telaga dan kabut yang menyelimutinya sangat sesuai untuk diajdikan sebagai background foto human interest.

Kedua telaga ini terbentuk akibat letusan Gunung Dieng di masa lampau yang kini telah tidak aktif lagi. Dikisahkan oleh warga setempat bahwa Telaga Warna jadi daerah pemandian Dewi Nawang Wulan yang konon juga berguna sebagai daerah awal mula pembentukan sifat manusia. Menarik bukan? Jika kamu singgah ke Dieng, jangan sangsi untuk bertanya-tanya ke warga setempat berkenaan kisah legenda yang ada di Kawasan Dieng.

Cerita Anak-Anak Rambut Gimbal yang Misterius

Tentunya kamu pernah mendengar cerita anak-anak bersama dengan rambut gimbal di dataran tinggi Dieng, bukan? Jika kamu singgah ke sana, kamu bisa lihat langsung anak-anak ini, mereka bermain seperti anak kecil pada umumnya. Yang jadi pertanyaan adalah kenapa anak-anak Dieng bisa berambut gimbal? Ternyata ada kisah unik dibalik itu, konon anak-anak gimbal ini merupakan keturunan dari seorang putri yang sangat cantik jelita bernama Sinta Dewi. Kecantikan Putri Sinta Dewi sangat dikagumi hingga kerajaan-kerajaan lain.

Suatu waktu, Sinta Dewi terima pinangan seorang pangeran bernama Kidang Garungan tanpa bertemu dengannya lebih-lebih dahulu. Sehingga kala bertemu, ternyata sosok Pangeran Kidang Garungan ini jauh dari kata tampan. Seperti kisah ‘beauty and the beast’, ya. Singkat cerita, Sinta Dewi berharap para pengawalnya untuk membunuh Kidang Garungan supaya mereka tidak jadi menikah. Sebelum mati, Kidang Garungan mengutuk seluruh keturunan Sinta Dewi bakal membawa rambut gimbal.

Untuk menyingkirkan kutukan tersebut, diadakan sebuah upacara adat, di mana anak-anak berambut gimbal pada usia khusus bakal dipotong rambutnya. Setelah dipotong, rambut mereka bakal ulang normal. Namun pemotongan rambut ini perlu lewat persetujuan si anak itu sendiri, biasanya orang tua bakal memberi iming-iming berwujud hadiah apa pun yang mereka minta. Sangat unik sekali bukan? Usahakan kamu singgah ke Dieng pada saat ada acara pemotongan rambut anak gimbal ini, ya. Kamu bakal lihat banyak wisatawan lokal hingga mancanegara yang singgah ke Dieng khusus untuk acara ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *