Makna Filosofi Tumpeng, Beda Arti Nasi Putih dan Nasi Kuning

Makna Filosofi Tumpeng, Beda Arti Nasi Putih dan Nasi Kuning

Filosofi tumpeng merupakan gambaran suasana geografis Tanah Air yang banyak dikitari pegunungan. Dulunya sajian sakral ini dipakai untuk memuliakan permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan bersama dataran sekitarnya. Gunung pun dijadikan sebagai daerah bersemayang para arwah leluhur atau biasa disebut Hyang. Fakta selanjutnya ditilik berasal dari buku Bali Bukan India.

Baca Juga: Pesan Nasi Tumpeng Karet Semanggi
Diabetes Hilang Selamanya! Lakukan Ini sebelum akan Tidur
PR
Penyebutan tumpeng merupakan singkatan berasal dari yen metu wajib sing mempeng. Punya makna bahwa kalau hidup wajib bersama kesungguhan. Di kurang lebih tumpeng umumnya nasi kuning ditambah bersama lauk-pauk, kurang lebih tujuh macam. Hal ini ditujukan sebagai wujud pitulungan atau mohon pertolongan.

Ada versi lain, makna berasal dari aneka sayur dan lauk pauk punya kandungan makna kehidupan di bumi. Mendeskripsikan lambang ekosistem kehidupan. Bentuk kerucut tumpeng artinya keaguangan Tuhan. Alam tumbuhan digambarkan bersama sayuran. Lauk-pauk seperti, ikan, daging sapi, kambing menandakan suasana alam hewan. Misalnya ikan asin artinya gotong royong, telur rebus artinya niat yang bulat. Sedangkan kehidupan manusia digambarkan bersama nasi itu sendiri.

Baca: Kesalahan Paling Sering Dalam Memotong Tumpeng, Ini Teorinya

Lebih detail apalagi warna nasi tumpeng punyai makna berbeda. Jika warnanya putih, melambangkan kesucian, nah tetapi warna kuning membatasi kekayaan dan moral yang luhur.

Cara memotong tumpeng pun menaruh arti. Puncaknya wajib dipotong oleh orang yang dihormati atau dituakan, seterusnya orang-orang yang punyai hajat yang baik. Hingga kini, filosofi tumpeng selalu menaruh eksistensinya sebagai sajian sakral sinyal wujud syukur kepada Sang Pencipta.’

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *